Apa perbedaan lamaran dan tunangan ?
1. Lamaran
Lamaran adalah sebuah prosesi awal dimana sang pria melamar wanita.
“Will you marry me? Atau “Bersediakah kau menikah denganku?” Awww.. So sweet
sekali. Apabila sang wanita menerima lamaran tersebut, maka akan dilanjutkan
kedua keluarga masing-masing pihak diperkenalkan. Itu adalah cara romantis.
Namun ada juga yang langsung memiliki kesepakatan bersama tanpa pertanyaan
seperti itu.
Biasanya, pihak pria akan datang ke
rumah pihak wanita atau kedua belah pihak melakukan perjanjian bertemu di
sebuah restoran untuk perkenalan antar keluarga. Pembicaraan dalam proses ini
adalah permintaan ijin untuk meminang sang wanita. Kemudian penentuan untuk kapan
diadakan pertunangan dan pernikahan.
2. Pertunangan
Pertunangan adalah sebuah acara resmi yang dilakukan oleh kedua pasangan
dan keluarga mereka dengan maksud melangsungkan komitmen ke arah pernikahan.
Biasanya pertunangan diadakan ketika mendekati hari pernikahan. Pertunangan itu
sendiri diikatkan melalui simbol seperti cincin pertunangan atau kalung emas.
Berbicara tentang pertunangan, setiap
suku, agama dan bangsa memiliki masing-masing cara yang memang sudah turun
temurun dilakukan. Penting kah era modern seperti saat ini mengadakan tradisi
yang mungkin agak ribet. Pada masing-masing tradisi terdapat seni budaya di
dalam nya. Ada makna dalam sebuah tradisi pertunangan seperti kebahagiaan,
kesuksesan, kelancaran, dan lain-lain.
Acara pertunangan itu sendiri
biasanya dilakukan setelah lamaran dan sebelum wedding, atau biasanya antara
sebulan sampai minggu sebelum acara pernikahan secara resmi.
Budaya Jawa
Peningsetan dalam adat jawa yang artinya ikat, pengikat adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri. Pihak keluarga pria akan membawa seserahan seperti kebaya, kain batik, perhiasan emas, dan lain-lain. Ketika penyambutan rombongan pihak keluarga pria datang, ada utusan yang sudah ditunjuk untuk mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan rombongan keluarga pria.
Peningsetan dalam adat jawa yang artinya ikat, pengikat adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri. Pihak keluarga pria akan membawa seserahan seperti kebaya, kain batik, perhiasan emas, dan lain-lain. Ketika penyambutan rombongan pihak keluarga pria datang, ada utusan yang sudah ditunjuk untuk mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan rombongan keluarga pria.
Kemudian dari
pihak keluarga wanita akan memberikan sambutan penerimaan sebagai tanda bahwa
pihak keluarga menyambut baik rencana lamaran dari pihak pria. Penyerahan
secara simbolis hantaran lamaran dari ibu sangan pria kepada ibu sang wanita.
Setelah itu, sebagai tanda betapa besar cinta kasih keluarga sang wanita kepada
pria maka diserahkan pula tanda cinta kasih balasan yang bisa berupa
seperangkat pakaian pria atau jenis lain yang sudah disepakati sebelumnya.
Budaya Sunda
Prosesi pertama
dikenal dengan prosesi “neundeun omong”.
Bagi masyarakat Sunda disebut dengan “menyimpan ucapan”. Yaitu orang tua
laki-laki yang datang pada orang tua perempuan untuk bermaksud mempersunting
anak perempuannya.
Setelah prosesi
“neundeun omong”
dilanjutkan dengan proses “narosan” atau yang disebut juga dengan lamaran.
Dalam prosesi ini sudah melibatkan dua keluarga dekat karena kedua belah pihak
sudah sepakat untuk menjadi keluarga. Selanjutnya adalah prosesi tunangan.
Prosesi tunangan dilakukan dengan calon pengantin laki-laki memberi ikan
pinggang yang berwarna pelangi atau pun polos pada calon pengantin wanita.
#Semoga cepat disegerakan antara aku dan kamu akan segera menjadi kita... amin



Tidak ada komentar:
Posting Komentar